Berikut Adalah Ciri Anak Mengalami Gangguan Mental

Sudah selayaknya jika Anda adalah orangtua akan selalu merasa khawatir tentang sesuatu yang terjadi pada anak. Termasuk dalam perilaku mereka sehari-hari.

Mungkin tidak banyak yang menyadari perilaku-perilaku anak apakah termasuk kategori dalam normal, atau perkembangannya yang tidak sesuai dengan perkembangan usia seharusnya.

Berikut Adalah Ciri Anak Mengalami Gangguan Mental

Berikut Adalah Ciri Anak Mengalami Gangguan Mental eksklusif bersumber dari PSYCHCENTRAL,

1. Tidak mau main dengan teman-temannya.

Jika anak mendadak tak bermain lagi dengan teman-temannya, hal tersebut bisa merupakan sebuah tanda ganjal untuk anak Anda. Perilaku tersebut menandakan bahwa adanya pertengkaran atau indikasi sesuatu terhadap mood anak. Apa pun yang menjadi penyebabnya, orangtua perlu mengajak anak berbicara.

2. Tidak bisa tidur dan cemas.

Jika anak tidak juga mau tidur walaupun sudah sampai malam dan terlihat merasa cemas, sangat penting untuk membantu anak melawan apa yang menjadi kecemasannya.

3. Melukai diri sendiri.

Jika anak melakukan berbagai cara untuk melukai diri sendiri, seperti mencakar atau memukul diri sendiri, anak praremaja dan remaja bisa mengiris kulitnya atau bahkan membakar, jangan sekali-kali Anda abaikan perilaku anak tersebut. Apalagi jika anak mengalami gejala gangguan emosional lainnya seperti mengurung diri, tidak nafsu makan, dan lain-lainnya.

4. Lari dari rumah saat marah.

Anak di usia berapa pun sering bersikap impulsif dengan cara lari ke luar pintu saat marah. Perilaku ini sebaiknya tidak dianggap normal karena menunjukkan kurangnya mekanisme kemampuan menyesuaikan diri atau bertahan dalam masalah.

5. Anak mengalami sering Insomnia.

Jika selama ini anak baik-baik saja dalam tidurnya, lalu tiba-tiba sering mengeluh Insomnia, coba Anda perhatikan lagi mungkin ada yang salah dari lingkungan / kesehatannya.

6. Mogok makan.

Sama halnya seperti tidur, nafsu makan juga indikator penting perasaan emosional anak. Jika anak mendadak tidak mau makan, bukan hanya karena pilih-pilih makanan, cari tahu segera apa yang menjadi penyebabnya. Biasanya nak bisa tidak mau makan karena ia sedang stres, cemas, atau gangguan mood.

7. Penuh rahasia.

Secara umum anak-anak terutama remaja memang tidak suka jika orangtuanya mencari tahu aktivitasnya di internet. Tetapi jika anak Anda sangat takut dan bereaksi berlebihan saat Anda mengecek gadgetnya Anda patut untuk lebih mewaspadai apa yang terjadi pada anak Anda.

8. Melontarkan komentar aneh.

Terkadang anak-anak memang memberi komentar yang lucu dan di luar dugaan. Ada kalanya anak menanyakan pada orangtua mengapa ia dilahirkan. Pertanyaan itu mungkin hanya karena rasa ingin tahunya saja, tapi bisa juga menandakan adanya stres emosional yang dirasakannya.

9. Jadi kasar dan agresif.

Jika perilaku anak yang menjadi kasar dan agresif jangan diabaikan begitu saja. Hal itu dapat menunjukkan ketidakmampuannya dalam menahan diri. Perilaku ini juga perlu diatasi sebelum anak mencapai dewasa.

10. Ancaman soal pembunuhan.

Kapanpun jika anak mengancam akan melukai dirinya atau orang lain, ini adalah hal yang sangat serius. Jika anak sampai melontarkan ancaman soal bunuh diri atau membunuh orang lain, mereka butuh bantuan terapis anak untuk membantunya melepaskan stres yang dihadapinya.

Sebagai orangtua, Anda sangat perlu untuk memperhatikan setiap pertumbuhan dan perkembangan juga kesehatan anak. Tidak perlu sampai mengekang dan mengurung anak di dalam rumah atau membatasi aktivitas sosialnya, hanya perlu diperhatikan, diberi tau jika ada yang salah dengan cara baik-baik. Buatlah selalu anak Anda merasa nyaman dengan kedua orangtuanya, juga keluarga. Dengan begitu, anak kita sehat senantiasa, dalam jiwa dan raga juga pertumbuhan dan perkembangan normal seperti yang seharusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *